Toraja Culture

Baju Adat Toraja

Mei 29, 2024 | by torajaculture.com

Baju Adat Toraja

Pendahuluan: Baju Adat Toraja

Torajaculture.com Baju Adat Toraja, Masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan memakai pakaian asli yang diwariskan secara turun temurun.​​​ Warna-warna cerah, corak tenun, dan aksen manik-manik pada pakaian adat Toraja ini membuatnya menonjol.

Sejarah lisan menyebutkan bahwa pakaian adat Toraja ditemukan pada abad ke-13, ketika kelompok Toraja berkumpul menjadi satu.

Suku Toraja mempunyai dua jenis pakaian asli, yaitu pakaian “ Pokko” yang dipakai oleh wanita, dan pakaian “do’doan” yang di pakai oleh laki-laki. Kemeja “Pokko” berwarna merah, kuning, atau putih dan berlengan pendek. Tergantung pada situasi dan peringkat sosial Anda, warna ini memiliki arti yang berbeda. Orang yang memakai baju do’doan memakai celana ” seppa tallung Buku ” yang panjangnya selutut dan sambu yang bisa di jadikan ikat pinggang.

Pakaian tradisional Toraja di lengkapi dengan tambahan seperti ” kandure” (kalung dengan manik-manik), ” lipa” (rok), ” gayang” (keris), dan banyak lagi. Pakaian adat Toraja ini di kenakan dalam banyak kesempatan, seperti untuk pemakaman, pemberkatan, dan tarian adat. Pada tahun 2011, suku Toraja menjadi bagian dari acara International Manhunt di Korea Selatan. Pakaian asli mereka mendapat banyak perhatian di seluruh dunia.​

Nilai dan Arti Pakaian Asli Suku Toraja

Mengenakan pakaian adat Toraja mempunyai arti yang berbeda- beda yang menunjukkan di lapisan masyarakat mana orang tersebut berada. Kain tenun Toraja di gunakan untuk membuat pakaian adat yang menunjukkan kasta dan kekayaan pemiliknya. Orang kaya dan berkuasa biasanya memiliki kain tenun Toraja yang terbaik dan termahal. Misalnya keris yang melambangkan keindahan, dan penutup kepala tang yang melambangkan kehormatan, keduanya di gunakan sebagai hiasan.​​​

Terdapat pula makna yang berbeda-beda pada setiap warna dan corak pakaian asli Toraja. Warna-warna cerah seperti kuning dan merah di gunakan untuk menunjukkan kegembiraan dan kesuburan pada acara “Rambu Tuka” yang merupakan waktu untuk mengucap syukur. Orang-orang mengenakan pakaian berwarna hitam pada saat pemakaman, yang di sebut “Rambu Solo ” yang berarti mereka bersedih dan menghormati arwah orang yang meninggal. Pakaian asli Toraja memiliki desain yang menunjukkan berbagai bagian kehidupan, seperti agama, sejarah, alam, dan budaya.

Saat ini Masyarakatnya Masih Memakai Pakaian Asli Toraja

Saat ini masyarakat Toraja masih menjaga dan memakai pakaian asli mereka. Namun pakaian asli Toraja telah mengalami sejumlah perubahan agar sesuai dengan gaya dan tren modern.​ Saat ini, pakaian adat Toraja telah mengalami beberapa perubahan :​​

Bahan Wilton di masa lalu telah di gantikan oleh kain modern seperti poliester, katun, atau sutra. Namun corak dan warna tradisional Toraja masih di gunakan.​

Masyarakat Toraja tidak hanya mengenakan pakaian tradisional saat menghadiri acara adat ; mereka juga memakainya setiap hari, ke kantor, atau bahkan ke pesta. Wisatawan yang datang ke Toraja juga bisa memilih untuk mengenakan pakaian adat Toraja.

Tentu saja bentuk dan model pakaian adat Toraja juga mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Misalnya, kebaya, gaun, dan bahkan blus merupakan pakaian asli Toraja yang umum di kenakan oleh wanita. Laki-laki di Toraja secara tradisional mengenakan kemeja, jas, dan jaket.

Masyarakat suku Toraja memakai pakaian adat dengan hiasan atau pernak- pernik yang sesuai dengan gaya dan seleranya. Seperti gelang, rantai, anting, bros, dan tas.

Jadi, pakaian asli Toraja ini bisa di katakan masih ada walaupun sudah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Masyarakat suku Toraja memakai pakaian adat​​sebagai tanda budaya dan kebanggaan mereka. Kebanyakan orang di dunia menganggap pakaian adat Toraja sebagai sesuatu yang hanya di pakai oleh masyarakat Toraja saja.

Pakaian Suku Toraja Masa Lalu​​

Banyak sekali kelompok berbeda yang tinggal di pulau Sulawesi, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Suku Toraja adalah salah satunya.​ Pakaian masyarakat Toraja masa lalu menjadi pembeda antara pria dan wanita. Seppa Tallung membuat pakaian khusus untuk pria. Pokko itu untuk wanita. Ada juga jenis pakaian khusus bernama Kandore yang memiliki manik-manik di bagian dada, ikat kepala, gelang, dan ikat pinggang agar terlihat bagus. Masyarakat Toraja biasanya tinggal di lembah yang berada di antara pegunungan tinggi dan dinding batu granit. Ada pula panggung bernama Tongkonan dan Banua yang di jadikan model rumah induk.​​​​​​

Sebagai sahabat semua orang, adat istiadat Toraja memiliki keunikan dalam banyak hal, termasuk tarian, musik, bahasa, tulisan lisan, dan banyak lagi. Mereka telah menjadi bagian penting dari budaya Sulawesi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan Toraja merupakan masyarakat Austronesia Proto -Malaysia yang masih hidup dan sejahtera hingga saat ini. Pada postingan di atas terdapat gambar cara berpakaian masyarakat Toraja. Hal itu datang dari seorang teman penulis yang berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Penutup: Baju Adat Toraja

Baju Adat Toraja bukan sekadar kain yang dikenakan, tetapi sebuah identitas budaya yang sarat makna. Setiap motif, setiap warna, dan setiap aksesoris memiliki arti dan filosofi tersendiri, mencerminkan status sosial, nilai-nilai luhur, dan kepercayaan masyarakat Toraja.

RELATED POSTS

View all

view all