Toraja Culture

Jenis Corak Kain Toraja

Juni 11, 2024 | by torajaculture.com

Jenis Corak Kain Toraja

Pendahuluan: Jenis Corak Kain Toraja

Torajaculture.com Artikel berikut membahas tentang Jenis Corak Kain Toraja. Masyarakat di seluruh dunia menyukai corak pada kain khas Toraja yang merupakan gaya khas Indonesia.​ Suku Toraja adalah sekelompok masyarakat asli yang tinggal di daerah berbatu di bagian utara Sulawesi Selatan.​

Suku Bugis Sindereng dan Luwu mungkin yang pertama kali menggunakan nama Toraja.​​​ Mereka menyebut masyarakatnya “To Riaja” yang berarti “orang yang tinggal di wilayah barat ”.

Toraja memiliki berbagai macam upacara untuk acara- acara penting seperti pernikahan, pemakaman, dan ritual adat lainnya. Mereka juga mempunyai seni budaya, dan kain tradisional Toraja adalah salah satunya.​

Berikut beberapa informasi tentang pakaian adat Toraja yang dapat Anda baca jika ingin mengetahui lebih jauh tentang budaya ini.​

Berikut Jenis Corak Kain Toraja Yang Indah 

Kain Toraja merupakan salah satu kain tenun yang paling banyak di cari karena warnanya yang natural dan coraknya yang unik. Hal yang menarik dari kain ini adalah keterampilan menenunnya di turunkan dari satu keluarga ke keluarga lainnya. Hingga saat ini kain tradisional Toraja menjadi salah satu kerajinan yang masih terus di buat dan di tingkatkan. Setiap tema mempunyai arti berbeda yang di gunakan untuk acara yang di tuju, seperti pernikahan atau pemakaman.​​​​​​

Kain Paramba

Salah satu kain khas Toraja berasal dari Desa Sad’an di Malimbong Tobarana, Kabupaten Toraja Utara. Namanya kain paramba.​ Kain berwarna cerah ini merupakan oleh -oleh tradisional Toraja yang disukai wisatawan. Inilah Paramba, kain yang semakin sulit ditemukan. Pembuatan kain Toraja jenis ini tidaklah sederhana.​ Jika menggunakan alat tenun model lama, pembuatan paramba memerlukan waktu yang cukup lama. Benang berwarna cerah ditarik maju mundur di antara bilah kayu, yang merupakan proses yang sangat sulit. Paramba bisa Anda dapatkan dalam bentuk kain, namun bisa juga dibuat dalam bentuk lain, seperti perhiasan dan kotak tisu.​ Harga kain Toraja jenis ini berkisar antara Rp45.000 hingga jutaan rupiah, berdasarkan ukuran, bentuk, dan waktu pembuatannya.​​​​​​

Kain Sa’dan

Kain tradisional Toraja ini di sebut Sa’dan sesuai dengan tempat asalnya. Toraja di gunakan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun upacara. Itu juga di jual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh. Masyarakat perempuan di Sa’dan membuat bahan kain yang sudah terkenal di dunia fashion, kita semua tahu itu. Meskipun pasar mengubah banyak hal, tenun adalah salah satunya.​

Menenun dipandang sebagai latihan spiritual, dan juga membantu keluarga membayar biaya sekolah anak-anak mereka. Berbagai warna, corak tenun, dan corak dapat di temukan pada kain sa’dan.

Seiring dengan perubahan, jenis kain yang berbeda pun ikut berubah. Bagi para pembuatnya di sana, kain tradisional Toraja ini merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan betapa gemarnya para wanita penduduk asli Amerika dalam membuat karya seni. Bunda bisa merogoh kocek mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah untuk membeli kain Sa’dan, tergantung warna dan cara pembuatannya.​​

Kain motif Pa’bannang​

Beberapa kain Toraja seperti tenun Pa’borong – borong dan Pa’miring mempunyai corak Pa’bannang.​ Saat menenun kain Pa’borong – borong, polanya terdiri dari garis-garis dengan warna berbeda-beda yang tersebar di seluruh kain. Sedangkan pada kain tenun Pa’miring, garis – garisnya hanya terdapat pada bagian pinggir kain saja.​

Corak umum pada kain Toraja ini mempunyai pesan yang sangat mendalam, yaitu :

-Betapa pentingnya bersikap sopan

-Saling berjalan sepadan

-Menghargai satu sama lain

-Kehidupan toraja

​​​Warna alami yang di gunakan berasal dari tanaman yang tumbuh di Toraja juga. Kain ini menunjukkan bagaimana manusia dan alam dapat bekerja sama dalam sebuah rajutan. Jangan kaget kalau harganya mulai dari 1 jutaan bahkan lebih.​​ Moms mungkin tidak terlalu sering menemukannya. Inilah perbedaan desain yang masih dapat di temukan pada pakaian adat Toraja. Cerita suku Toraja mewariskan secara turun temurun melalui kain tenun ini. Bersama-sama, cerita-cerita tersebut membentuk sejarah yang di bagikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Lakukan bagian Anda untuk mempelajari berbagai budaya Indonesia agar dapat melestarikan oleh generasi mendatang.​​​​​

Kain Toraja digunakan untuk upacara

“Orang – orang pegunungan ” hanyalah satu dari ratusan kelompok ras dan budaya yang berbeda di Indonesia. Mereka tinggal di daerah perbukitan di selatan Sulawesi. Masyarakat Toraja sebagian besar menjadi Kristen pada abad ke-20, dan ada pula yang menjadi Muslim. Namun, mereka masih banyak mempertahankan kepercayaan dan praktik animisme lama, yang mereka sebut “aluk to dolo”, yang berarti “ Hukum Nenek Moyang ”. Ada empat bidang utama dalam kosmologi : Utara, Selatan, Timur, dan Barat.

Selatan di kaitkan dengan kegelapan dan dunia bawah, sedangkan Utara di kaitkan dengan dewa, langit, dan cahaya. Barat di kaitkan dengan kematian dan kuburan, sedangkan Timur di kaitkan dengan kehidupan, kesehatan manusia dan hewan, kesuburan, dan makanan. Masyarakat Toraja mempunyai ritual yang sangat menarik dan rumit. Bagi orang luar, upacara pemakaman tampaknya menjadi hal yang paling memesona. Suku Toraja terkenal dengan bangunan dan ukirannya yang unik, dan mereka juga menggunakan berbagai macam kain.​ Seperti halnya barang-barang dari daerah lain di Indonesia, masyarakat ini banyak memperolehnya dari jalur perdagangan yang menuju ke India, Cina, dan kemudian Eropa. Menariknya, sejak tahun 1880-an, beberapa kain tradisional Toraja yang di sebut saritas telah di buat di bengkel-bengkel Belanda. 

Penutup: Jenis Corak Kain Toraja

Kain tenun Toraja bukan sekadar kain biasa, melainkan lukisan penuh makna yang menceritakan kisah leluhur, filosofi hidup, dan nilai-nilai luhur masyarakat Toraja. Setiap corak memiliki arti dan ceritanya sendiri,

RELATED POSTS

View all

view all