Toraja Culture

Ukiran Toraja Penuh Makna

Mei 31, 2024 | by torajaculture.com

Ukiran Toraja Penuh Makna

Pendahuluan: Ukiran Toraja Penuh Makna

Torajaculture.com Macam-macam Ukiran Toraja Penuh Makna dan Artinya Ukiran Toraja “Passura” Karya Grup Garonto​ Kelompok “Passura ”Ukiran Garonto Toraja merupakan pola-pola pada ukiran Toraja yang menunjukkan pelajaran dasar hidup dari suku Toraja. Berikut beberapa ukiran karya masyarakat Toraja dari kelompok Garonto’Passura’ :​​

Pa’Barre Allo

Kata ” Pa’Barre Allo ” mengacu pada ukiran yang bentuknya seperti sinar matahari yang bulat.​ “Barre” berarti “lingkaran” atau “lingkaran” dan “Allo” berarti “matahari”. Ukiran gaya ini sering terlihat pada bagian depan dan belakang rumah asli Toraja yang memiliki bagian yang menonjol dan bersandar membentuk segitiga. Pemotongan Pa’Londongan selalu digunakan pada ukiran ini.​

Pola Pa’Barre Allo dapat memiliki arti berbeda. Antara

lain sebagai berikut : Allah menciptakan Matahari, maka ini merupakan tanda kehormatan baginya. Itu juga sebagai tanda kegembiraan masyarakat Toraja dan tanda persatuan yang utuh dan bulat. Dengan tujuan yang sama dari negara Tondok Lepongan Bulan Tana Matari Allo.​​​​​​​

Pa’tedong

Sesuai dengan namanya, Pa’Tedong, ukiran ini terlihat seperti wajah banteng.​ Berasal dari kata Toraja “ Tedong,” yang berarti “kerbau.” Bahwa kerbau merupakan hewan peliharaan yang paling penting dan disayangi di Toraja ditunjukkan melalui jenis lukisan ini. Masyarakat suku Toraja menggunakan kerbau untuk dua alasan berbeda : sebagai emas pernikahan, untuk membeli dan menjual barang, dan sebagai korban kepada dewa dan makhluk halus. Sebelum ada teknologi, sapi digunakan untuk bekerja di sawah. Bagi masyarakat Toraja, jenis dan kelas kerbau berbeda-beda, seperti Balian, Saleko, Bonga, Pudu’, dan Sambao. Jenis dan tingkatan seekor sapi akan membantu Anda mengetahui berapa nilainya.​​​​

Makna ukiran Pa’tedong adalah membawa kekayaan dan kebahagiaan bagi masyarakat Toraja. Karya seni ini dapat dilihat pada indo’ para ( papan besar di atasnya ) dan pada dinding yang menyangga rumah dan lumbung padi. Orang akan mengira ukiran Pa’Tedong berkualitas rendah jika tidak melihatnya di rumah atau lumbung padi. Mereka akan menyebutnya membosankan atau bodoh. Berdasarkan penuturan orang-orang tua, ukiran Pa’Tedong sama dengan ukiran Pa’Doti Langi. Jadi, seseorang yang hartanya sempurna mempunyai banyak kerbau dan Ma ‘ Doti Lagi.

Pa’Londongan

Pa’Londongan sering digunakan pada bagian depan dan belakang rumah serta lumbung. Ukiran jenis ini berarti “ayam jantan”, yang merupakan arti dari “Londong”.

Berikut arti dari lambang Pa’Londongan :

1. Pertanda pemimpin yang bijak dan berani ;​​ 

2. Harapannya, orang-orang yang tinggal di rumah tersebut akan memiliki anak cucu yang gagah berani, seperti ayam jago, yang kelak mampu melindungi banyak orang

3. Tanda terbentuknya hukum adat.​​​

Hal inilah yang selalu di lakukan masyarakat Toraja sebelum menebar benih padi : mereka melihat bagaimana bintang dan bulan bergerak. Ayam Lapandek terlihat di bulan, artinya sudah hampir turun hujan. Orang- orang mulai bekerja di ladang dan membuka kebun pada saat itu. Itu sebabnya selalu ada gambar ayam jago di rumah dan lumbung. Ayam – ayam tersebut tidak ada di sana karena orang Toraja suka berkelahi ; mereka ada di sana karena mewakili kehidupan.

Pa’sussuk

Kata ” Sussuk” berarti ” dikupas”, dari situlah Pa’Sussuk mendapatkan namanya. Ukiran Pa’Sussuk merupakan ukiran yang sudah dikupas rata dan belum diwarnai. Kata “ Pa’Sussuk” berarti “ gotong royong ”, yang membuat masyarakat demokratis bisa berjalan. Di dinding rumah dan lumbung, Anda bisa menemukan gambar Pa’Sussuk. Anda harus sangat berhati-hati dalam memotong tongkonan model ini karena hanya bisa di gunakan pada tongkonan tertentu saja. Tongkonan yang di maksud adalah jenis Tongkonan yang membantu menentukan aturan-aturan dasar, yaitu aturan-aturan bagaimana masyarakat hidup di kawasan adat tersebut.

Ukiran Toraja Kelompok Passura’ Pa’Barean

Desain Toraja dari kelompok Passura ‘ Pa’Barean menunjukkan pola yang di maksudkan untuk membawa kebahagiaan dan kegembiraan bagi masyarakat Toraja. Ukiran di bawah ini berasal dari kelompok Passura ‘ Barean dan di buat oleh masyarakat Toraja.

Pa’Dadu

Dan Ukiran Toraja Pa’Dadu… Gambar karya Dok. Istimewa/KIKOMUNAL.

Pa’Dadu adalah persegi atau persegi panjang dengan sisi lurus. Masyarakat Toraja biasa memainkan permainan dadu sebagai salah satu bentuk permainannya, dan permainan ini sangat populer. Ukiran Pa’Dadu ini memiliki makna dan di maksudkan untuk memperingatkan anak-anak dan cucu-cucu bahwa berjudi (bermain dadu). Lebih banyak dampak buruknya di bandingkan dampak baiknya. Di bagian samping rumah terdapat ukiran ini.​​

Pa’Sala’bi Di To’Mokki

 Bagi masyarakat To’Mokki, ” Pa’Sala’bi ” merupakan pesan atau harapan agar anak cucunya selalu selamat dari segala macam penyakit. dan bahaya. Pada dinding rumah dan lumbung, terdapat ukiran yang menunjukkan di mana letak desain Pa’Sala’bi ‘ Di To’Mokki. Pahat artinya dalam To’Mokki, dan Anda juga bisa menekannya dengan jari. Jika di lihat dari bentuknya, desain ini terlihat seperti potongan anyaman bambu yang sering di temukan pada dinding luar rumah adat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Pa’Sala’bi Di To’Mokki dapat membantu menjauhkan hal-hal buruk. Oleh karena itu, masyarakat Toraja menganggap buruknya ukiran di Tongkonan ini karena membuat Bala menjauh.​​​​​​

Masyarakat beranggapan bahwa ukiran ini dapat menghalau bala jika ada yang ingin mencelakakan salah satu rumpun Tongkonan. Masyarakat Toraja pada umumnya menyelesaikan masalah di Tongkonan dengan cara yang membuat orang- orang yang ingin berbuat jahat luluh.

Pasala’bi’Biasa

Ukiran Toraja Sala’bi Biasa, Pa Gambar oleh Dok.

​ Istimewa/KIKOMUNAL. Hai, Sala’bi. Kita harus selalu siap menghadapi apapun yang mungkin terjadi dalam hidup ini, baik itu penyakit yang mematikan maupun serangan musuh. Seringkali, gambar Pa’Sala’bi di temukan di dinding rumah dan lumbung. Tanda ini di ukir menyerupai potongan bambu bersilang.​​ Jika mendengar kata ” Sala’bi ” bisa juga berarti pagar yang terbuat dari tiang bambu. Secara geografis, masyarakat Toraja tinggal di puncak gunung atau tebing yang jauh dari pantai. Terdapat pagar yang terbuat dari bambu yang di belah di sekeliling area tempat mereka membangun rumah untuk mencegah masuknya hewan liar dan benda berbahaya lainnya.​​​

Pa’Ulu Karua

Gambar Ukiran Toraja Pa’Ulu Karua :

Ukiran Pa’Ulu Karua ini mempunyai pesan atau harapan agar di dalam keluarga ada orang-orang yang berilmu demi kebaikan masyarakat. Bisa melihat permasalahan yang datang, dan mempunyai niat baik. Ukiran ini di lukis pada diding rumah dan lumbung.​​ 

Penutup: Ukiran Toraja Penuh Makna

Ukiran kayu Toraja bukan hanya karya seni yang indah, tetapi juga jendela untuk memahami budaya dan nilai-nilai masyarakat Toraja. Setiap ukiran memiliki makna dan simbolismenya sendiri, menceritakan kisah leluhur, tradisi, dan kepercayaan mereka.

RELATED POSTS

View all

view all