Toraja Culture

Tradisi Pemakaman Suci dan Unik di Toraja

Juni 3, 2024 | by torajaculture.com

Tradisi Pemakaman Suci dan Unik di Toraja

Pendahuluan: Tradisi Pemakaman Suci dan Unik di Toraja

Torajaculture.com Tradisi Pemakaman Suci dan Unik di Toraja Kebanyakan orang takut mati. Namun, bagi masyarakat Tana Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan, hal tersebut tidak benar. Orang Toraja setiap hari membicarakan kematian karena hal itu ada dalam gen mereka. Menurut mereka, kematian adalah langkah terakhir menuju kehidupan tanpa akhir.

Suku Toraja juga memiliki banyak tradisi menjaga orang mati tetap hidup, yang sangat umum dalam banyak hal, mirip dengan cara orang Mesir membuat mumi orang mati. Perpaduan adat istiadat yang aneh ini ternyata menjadi tempat yang unik dan menarik untuk dikunjungi wisatawan, meski terdengar menakutkan. Sebagai panduan, Authentic-Indonesia mencantumkan lima adat pemakaman sakral dan unik di Toraja yang patut Anda lihat jika berlibur ke Sulawesi.

Tau-tau

Jika Anda mengunjungi Toraja dan melihat beberapa boneka kayu lucu duduk di atas tebing, itu bukanlah boneka mainan. Mereka dikenal sebagai Tau-tau. Ini adalah patung yang terlihat seperti orang mati yang terkubur di tebing. Maksudnya adalah untuk menyimpan arwah orang yang telah meninggal disana untuk selama-lamanya. Orang menganggap Tau-tau itu suci , jadi sebaiknya jangan menyentuhnya.

Festival Ma’nene​

Upacara Manene Kematian di Toraja

Pernahkah Anda berpikir melihat mayat berjalan ?​​​ Oh iya, melihat mayat di Tana Toraja memang bisa banget kamu lihat kalau ke Festival Ma’nene untuk melihat praktik kematian. Jenazah orang yang meninggal diambil dari tempat peristirahatannya dan diberi pakaian baru oleh keluarga atau cucunya. Jenazah akan “ berjalan” kembali ke negara asalnya setelah dirapikan. Sebagian orang beranggapan bahwa ritual ini akan menjaga mereka dan keluarganya aman dari marabahaya dan kejahatan baik dari dalam maupun luar.

Bori Kalimbuang

Bori Kalimbuang merupakan situs warisan dunia UNESCO yang terdapat di Desa Bori, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Objek wisata bagi wisatawan yang sudah ada sejak tahun 1718 ini seperti Stonehenge di Inggris. Keduanya memiliki batu yang berdiri tegak dan berbeda bentuk. Ini di sebut menhir. Bedanya , batu-batu di Bori Kalimbuang tidak terbentuk secara alami ; mereka di buat dan kemudian di tanam di tanah. Menempa dan memasang batu bukanlah sesuatu yang bisa di lakukan sembarang orang. Masyarakat Toraja memanfaatkan deretan batu tua ini untuk berdoa kepada kerabatnya. Ritual Rante Kalimbuang di adakan di Bori Kalimbuang, yang menjadikannya unik. Ini adalah pemakaman Rambu Solo yang biasa, yang melibatkan pengorbanan daging.

Penyu

Bagi masyarakat Toraja, kematian adalah sesuatu yang suci, bahkan bagi bayi yang baru lahir. Masyarakat Toraja beranggapan bahwa jenazah bayi harus di kembalikan kepada ibunya jika meninggal sebelum enam bulan. Pohon Tarra memiliki banyak getah yang dapat di gunakan sebagai pengganti ASI sehingga cocok untuk bayi. Parade kematian bayi ini di namakan Kambira.

Londa

Londa mungkin merupakan adat pemakaman terpenting di Toraja. Ini merupakan sebuah gua di Desa Sandan Uai yang di jadikan sebagai kuburan. Karena berada di kawasan perbukitan, Anda bisa melihat banyak peti mati dan jenazah yang berusia ratusan tahun. Di tengahnya terdapat sosok Tau-tau yang terlihat seperti setiap jenazah yang di kuburkan di sana. Menariknya , “ Erong ” (peti mati) di letakkan di sini berdasarkan tempatnya di masyarakat. Seseorang akan lebih maju dalam hidupnya jika ia mempunyai tempat yang lebih tinggi.

Penutup: Tradisi Pemakaman Suci dan Unik di Toraja

Tradisi pemakaman Toraja, dengan segala keunikan dan ritualnya, memberikan penjelasan mendalam tentang budaya dan kepercayaan masyarakat Toraja. Mempelajari tradisi ini membuka jendela untuk memahami bagaimana masyarakat Toraja menghormati leluhur mereka dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan setelah kematian.

RELATED POSTS

View all

view all