Toraja Culture

Tarian Daerah Toraja

Mei 25, 2024 | by torajaculture.com

Tarian Daerah Toraja

Pendahuluan: Tarian Daerah Toraja

Torajaculture.com Saya menikmati melihat dan mendengar berbagai jenis musik, Tarian Daerah Toraja, permainan tradisional, dan pertunjukan budaya lainnya dari seluruh dunia. Mengapa saya menyukainya ?​ Sederhana saja : aksi budaya ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya dan etnis Indonesia.

Tidak ingin ketinggalan dengan tempat lain, Tana Toraja tempat saya berasal ini memiliki banyak sekali perbedaan budaya yang akan membuat mata Anda berair.

Namun saya ingin berbicara tentang beberapa tarian Tana Toraja yang berbeda dalam karya ini. Berikut jenis-jenis tarian yang berbeda :

Tarian Manimbong

Beberapa laki-laki yang mengenakan kain adat maa’ dan menggunakan parang tua serta peci yang terbuat dari bulu ayam melakukan tarian ini.

Tarian Pa’pondesan

Ada beberapa laki-laki yang menarikan ini, dan mereka tidak mengenakan pakaian kecuali dalam keadaan yang jarang terjadi. Para penari memakai kuku palsu dan memainkan seruling saat menari.

Tarian Taranaki Ma’Gello

Toraja yang paling terkenal. Penarinya adalah sekelompok remaja putri yang berpenampilan seperti penari dan memakai perhiasan emas tua. Tarian ini di lakukan pada acara-acara bahagia seperti pesta panen, pernikahan, dan saat orang datang berkunjung.

Tarian Ma’dandan

Sekelompok wanita berpakaian putih dan sejenis hiasan kepala seperti atap depan rumah menampilkan tariannya. Hal ini umumnya di sebut Sa’pi. Bergerak perlahan, para penari menggoyangkan tongkatnya mengikuti irama musik dan bernyanyi.​​

Tarian Pa ‘ Bonebala

Pa ‘ Bonebala Tarian yang sangat mirip dengan tarian Pa’Gellu. ​​ Hanya irama lagu dan drumnya saja yang berbeda.​​​

Tarian Manganda

Tarian ini di bawakan oleh sekelompok laki-laki yang mengenakan tanduk kerbau di kepala dan menghiasi tubuhnya dengan uang logam. Mereka juga menggunakan sejenis bel yang mereka teriakkan saat berbunyi.​​

Tarian Dao Bulan

Tarian yang di mainkan bersama oleh sekelompok remaja putri pada acara panen raya atau menyambut tamu​​

Maccathia

Tarian tradisional duka yang di gunakan untuk menyambut tamu di pemakaman bangsawan. Para penarinya mengenakan jas dan topi yang di sebut “sa’pi”.

Ma’badong

Tarian di mana orang-orang berkumpul membentuk lingkaran dan mengenakan pakaian berwarna hitam atau longgar untuk menunjukkan kesedihannya. Pria dan wanita sama-sama bisa melakukan tarian ini, yang biasanya berlangsung sepanjang malam. Para penari menggunakan langkah dan lagu yang berbeda setiap kali. Tarian ini biasanya di lakukan pada saat bangun tidur yang berlangsung selama tiga malam atau lebih.

Ma’dondi

Melakukan Tari Ma’dondi pada saat pemakaman. Kata-katanya sama dengan tari Ma’badong, namun iramanya berbeda.​​​

Pa’papankan

Gadis-gadis berpakaian lengkap menari untuk tamu-tamu di suatu pertemuan, dengan seruling dan nyanyian sedih (Pa’marakka) yang di putar sebagai latar belakang.

Tari Memanna

Merupakan tarian yang di lakukan pada saat pemakaman seseorang yang terbunuh. Laki-laki adalah penarinya. Mereka mengenakan pakaian dari tikar yang sobek, peci dari rumput, senjata dari bambu, dan pakaian dari daun sirih atau kulit pisang.

15. Gerak Tari Manimbong

“ Eksistensi Tari Manimbong Dalam Upacara Rambu Tuka ’ Masyarakat Toraja ” dalam majalah Ilmu Pendidikan dan Seni Universitas Negeri Semarang menyebutkan para penari masuk dan berbaris sambil berjalan mengelilingi halaman Tongkonan untuk mementaskan​​​​​​​​ tari Manimbong. Kemudian ambil tempat di tengah halaman.

​penari Ma’dandan berjalan sambil memukulkan tongkatnya ke tanah sebagai penanda pintu masuk ke pelataran Tongkonan.​​ Setelah itu, penari Manimbong menyanyikan simbong yang di sebut juga okkoh-okkoh.

Para penari langsung berbaris di tengah halaman Tongkonan setelah berkeliling.​​​​​ Penari pria dan wanita bergantian bergerak dari depan ke belakang, berdiri dan berlutut, serta menjentikkan kaki tepat pada waktunya.

Terdapat delapan jenis gerak dalam tari Manimbong.​ Mereka adalah gerakan Pa’ Letten Lemo, Pa’ Tulali, Umbalalan, Talao Sau Tenden, Pa’ Ruttu Ue, dan Pa’ Bukka.

Tergantung dari berapa banyak gerakan berbeda yang di lakukan selama pertunjukan, tarian Manimbong ini dapat berlangsung selama 7 hingga 10 menit.​

geso

geso ‘ atau pelle ‘ tidak di mainkan bersamaan dengan Tari Manimbong. Namun saat melakukan tarian ini, masing- masing orang akan membawa sarung simbong yang merupakan alat nyanyian. Alat musik ini bentuknya seperti perisai kecil berbentuk lingkaran. Di atasnya terdapat pola ukiran Toraja, serta terdapat hiasan tali menjuntai (ikko’na) dan uang logam yang di sambungkan sehingga apabila pemain mengetuknya akan menimbulkan bunyi.​​​ 

Penutup: Tarian Daerah Toraja

Menyaksikan Tarian Daerah Toraja bagaikan memasuki dimensi lain, di mana gerakan tubuh yang indah berpadu dengan alunan musik yang magis, menceritakan kisah leluhur, nilai-nilai luhur, dan filosofi hidup masyarakat Toraja. Lebih dari sekadar hiburan, tarian Toraja adalah sebuah persembahan, ungkapan rasa syukur, dan doa yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta.

RELATED POSTS

View all

view all